Home / Rangkaian Berita

Sabtu, 23 November 2019 - 14:45 WIB

Mengenal Filsafat Habermas: Kehangatan Dalam Komunikasi Menjadi Faktor Pertama Kemajuan Demokrasi

Di Jerman ada salah satu tokoh intelektual yang sangat canggih dalam merumuskan analisis sosialnya tentang masyarakat. Tokoh itu bernama Jurgen Habermas.

Filsuf Jurgen Habermas merupakan salah satu pemikir besar yang lahir di Jerman pada era keruntuhan Jerman Barat dan Jerman Timur. Kepakarannya dalam merumuskan teori marxisme membuat Jurgen Habermas dikenal sangat progresif bagi masyarakat sosialis.

Jurgen Habermas Dikenal Sebagai Salah Satu Pemikir Mashab Frankfurt

Di Jerman, terutama di Frankfurt ada salah satu mashab yang sangat progresif dalam menafsirkan perkembangan masyarakat dunia. Analisis-analisis kelompok studi ini sangat tajam. Analisis-analisisnya soal ekonomi, sosiologi, psikologi, hingga antropologi sangat tajam. Kelompok studi kritis ini disebut dengan mashab Frankfurt.

Mashab Frankfurt menjembatani masyarakat civil society agar tetap berada dalam gerbong demokrasi. Civil society berusaha melestarikan kehidupan demokrasi dengan kehadiran mashab Frankfurt ini.

Beberapa tokoh intelektual yang cukup terkemuka dan mempunyai pengaruh yang sangat luas yaitu Jurgen Habermas. Filsuf dibidang sosiologi Jurgen Habermas dikenal dengan pemikiran progresifnya dalam menafsiri masyarakat.

Pokok-Pokok Pemikiran Jurgen Habermas

Jurgen Habermas sebagai salah satu akademisi yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia mempunyai pokok-pokok pemikiran yang dituangkan melalui karya-karya akademisnya. Ada kekhasan pemikiran yang dipunyai Jurgen Habermas. Salah satu basis argumen yang sangat kuat ada pada Jurgen Habermas yaitu teorinya tentang kehangatan berkomunikasi.

Baca Juga  30 Kutipan untuk Menginspirasi Sukses dalam Kehidupan dan Bisnis Anda

Jurgen Habermas percaya bahwa majunya suatu peradaban bisa dicapai jika masyarakat saling berinteraksi dengan unsur kehangatan berkomunikasi. Kehangatan berkomunikasi ini maksudnya seseorang saling mengekspresikan diri tanpa ada sentimen kesukuan, keagamaan, ras, dan golongan. Tapi komunikasi itu diucapkan atas dasar kemanusiaan.

Komunikasi yang hangat antar masyarakat ini terjadi jika antara kelompok masyarakat yang satu dengan kelompok masyarakat yang lain saling membaur. Terdapat rumah yang inklusif sehingga tidak ada sekat-sekat antar kelompok masyarakat.

Pembaharuan budaya yang semacam ini akan menciptakan kehangatan berkomunikasi. Sehingga terdapat konsensus antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya.

Kendala-Kendala yang Membuat Kehangatan Berkomunikasi Tidak Muncul di Masyarakat

Dalam mengupayakan munculnya kehangatan berkomunikasi yang dirumuskan oleh Jurgen Habermas, tentu ada kendala-kendala yang sering membuat masyarakat gagal dalam menciptakan kehangatan berkomunikasi. Ada beberapa kendala-kendala yang sering muncul ketika kehangatan dalam berkomunikasi tidak muncul:

Baca Juga  SilverSneakers Fitness Program Improves Older Adult's Physical and Mental Health

Pertama, sentimen keagamaan. Entitas masyarakat dan kekuasaan harus mampu menjembatani dialog antar eksta-intra keagamaan yang hangat. Baik antara yang puritan dan konservatif harus sama-sama saling merangkul. Tidak perlu ada sentimen dan kecurigaan antar masyarakat keagamaan.

Sayangnya, sering ditemukan ada kendala komunikasi dalam masyarakat keagamaan. Masing-masing orang saling curiga yang pada akhirnya berujung pada sentimen kecurigaan keagamaan.

Kedua, kebijakan otoritarian. Kehangatan berkomunikasi di masyarakat akan hilang jika kebijakan yang diproduksi oleh pemerintahan mengandung otoritarianisme.

Kebijakan otoritarian adalah salah satu kebijakan yang memecah kehangatan berwarganegara. Masyarakat menjadi takut dan tidak tenang dengan kebijakan-kebijakan yang otoritarian.

Agar terjadi kehangatan masyarakat, maka pemerintah harus memproduksi kebijakan-kebijkan yang pro demokrasi dan pro rakyat. Kebijakan yang pro demokrasi yaitu yang berbasiskan pada kepentingan civil society bukan berdasarkan kepada kepentingan oligarchy.

Diskresi yang semacam ini sering terjadi pada masyarakat otoritarian. Sehingga perlu ada ruang yang lebih iklusif lagi dalam menciptakan iklim kebijakan yang menghangatkan komunikasi. Nah itulah artikel mengenal filsafat Habermas: kehangatan dalam komunikasi menjadi faktor pertama kemajuan demokrasi.

Share :

Baca Juga

Rangkaian Berita

Semangat Edukasi dan Budaya ( Kampung Sayur )

Rangkaian Berita

4 tips untuk lulus ujian sekolah Menengah

Rangkaian Berita

Kematian Soleimani Menawarkan Peluang Bagi Korea Utara

Rangkaian Berita

Antusias Kunci Sukses Sederhana

Rangkaian Berita

30 Kutipan untuk Menginspirasi Sukses dalam Kehidupan dan Bisnis Anda

Rangkaian Berita

Mau Beli Mobil Berkualitas? di seva mobil bekas aja

Rangkaian Berita

Pacar Menyembunyikan Keberadaanmu: Awas Kamu Korban Stashing

Rangkaian Berita

Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menemukan Domain Kadaluarsa