Home / Rangkaian Berita

Sabtu, 23 November 2019 - 14:42 WIB

Fasilitas Publik Masih Belum Banyak yang Memihak Pada Kaum Disabilitas

Fasilitas publik yang ada di Indonesia masih belum memihak pada kaum disabilitas. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya fasilitas publik yang belum iknlusi terhadap disabilitas. Perlu ada upaya-upaya yang serius dari masyarakat agar disabilitas bisa terwadahi dengan baik.

Disabilitas Sebagai Salah Satu Penyintas yang Kerap Tertindas

Memang jika kita lihat disabilitas selama ini sering dijadikan sumber inspirasi oleh orang-orang non disabel. Banyak sekali tayangan-tayangan di televisi yang memberikan panggung bagi orang-orang disabilitas untuk mengekspresikan prestasinya.

Semua orang yang melihat panggung kaum disabilitas kebanyakan merasa simpatik. Orang-orang akan menaruh kebanggaan luar biasa.

Sayangnya, pemberian panggung kepada kaum disabilitas selama ini sebagai alat objektifikasi terhadap kaum disablitas saja. Keharuan simbol disabilitas kemudian dieksplorasi ke ranah capital. Semakin parah bentuk kecacatan yang ada pada kaum disabil, maka semakin banyak pula pundi-pundi rupiah akumulasi kapital.

Kaum disabilitas belum menjadi subjek yang berperan dalam pengambilan kebijakan publik. Hal ini bisa dilihat dari masih rendahnya fasilitas publik ramah disabil yang ada di Indonesia.

Memberi Akses Literasi Kepada Kaum Disabilitas

Perlu ada upaya konfrontatif dari pegiat literasi untuk menyediakan bacaan yang ramah terhadap kaum disabilitas. Pada orang-orang disabilitas ketidak mampuan pada kebutaan baca, atau tuna daksa, maka harus ada literasi dalam bentuk audio book.

Baca Juga  New Car Technology May Take The Wheel out of Human Hands

Literasi dalam audio book mampu memberikan gambaran yang jelas bagi para kaum disabilitas. Kaum disabilitas mampu menerima literasi berbasis audio yang lebih komprehensif.

Sayangnya di beberapa institusi pendidikan belum mendukung literasi kaum disabil. Hal itu bisa dilihat dari kehadiran buku-buku di perpustakaan yang kebanyakan teks book leksikograf. Buku-buku dengan tulisan braile masih sangat sedikit di tentukan di instansi pendidikan.

Pedestrian yang Ramah Terhadap Kaum Disabilitas

Serapan anggaran terhadap belanja infrastruktur sangat tinggi. Hanya saja infrastruktur yang dibuat belum inklusif.

Secara konseptual pedestrian di Indonesia masih motor sentris. Artinya pedestrian itu lebih sering dipakai untuk pengguna motor dan mobil saja. Pedestriannya belum merambah ke pejalan kaki dan entitas disabilitas.

Bagian terpenting dalam memenuhi kebutuhan disabilitas ada pada pedestrian yang ramah terhadap keamanan berjalan. Sehingga perlu membuat infrastruktur yang memang dikhususkan dan diproteksi untuk pedestrian.

Di beberapa negara maju pedestrian dibuat sekat khusus. Jalanan utama dengan pedestrian diberi sekat.  Sekat-sekat yang ada pada pedestrian diberi marka jalan yang memisahkan batas wilayah pedestrian dengan jalan.

Baca Juga  4 tips untuk lulus ujian sekolah Menengah

Akses Disabilitas ke Tenaga Kerja

Selama ini kaum disabilitas belum begitu punya akses yang cukup kuat dalam nilai tawar di dunia pekerjaan. Ukuran produktifitas dari tenaga kerja masih diukur dengan fisik tertentu saja.

Semakin lengkap kenormalan sebuah fisik, maka semakin banyak pula keuntungan yang didapatkan oleh pemilik kapital. Kecacatan yang timbul pada tangan atau kaki membuat nilai capital terkurangi. Perusahaan belum bisa mengambil untung jika kondisi fisiologisnya demikian.

Di beberapa perusahaan yang ada di Indonesia, dan perusahaan itu bergerak dalam bidang manufacturing, maka kaum disabilitas tidak bisa berbuat banyak. Mereka pasrah terhadap diskresi yang dibuat perusahaan terhadap sarat perekrutan SDM.

Kalau mau lebih adil terhadap nasib kaum disabilitas di dunia kerja, maka perlu dibuat regulasi yang bisa mengakomodir kaum disabilitas untuk mengakses sumber-sumber pekerjaan. Dengan demikian kaum disabilitas tidak hanya menjadi obyek kasian di media. Tapi menjadi subyek yang ikut bergerak dalam mentransformasi masyarakat Indonesia.

Share :

Baca Juga

Rangkaian Berita

Antusias Kunci Sukses Sederhana

Rangkaian Berita

30 Kutipan untuk Menginspirasi Sukses dalam Kehidupan dan Bisnis Anda

Rangkaian Berita

Kematian Soleimani Menawarkan Peluang Bagi Korea Utara

Rangkaian Berita

Mengenal Filsafat Habermas: Kehangatan Dalam Komunikasi Menjadi Faktor Pertama Kemajuan Demokrasi

Rangkaian Berita

Dekonstruksi Posisi Laki-Laki di Dalam Dunia Pendidikan

Rangkaian Berita

Semangat Edukasi dan Budaya ( Kampung Sayur )

Rangkaian Berita

Pacar Menyembunyikan Keberadaanmu: Awas Kamu Korban Stashing

Rangkaian Berita

Panduan Langkah-demi-Langkah untuk Menemukan Domain Kadaluarsa