Monetize your website traffic with yX Media

Home / Kesehatan

Minggu, 2 Februari 2020 - 10:49 WIB

Kenapa Bayi Tersenyum saat Tidur

Tersenyum merupakan kemampuan yang paling dominan dimiliki bayi dengan usia di bawah satu tahun, dibanding respons melihat, mendengar, atau merasakan. Di tahap ini, senyum bayi masih belum menjadi respons sosial, melainkan karena pengalaman sensorik. Refleks senyum paling sering muncul saat bayi tidur atau di masa transisi di waktu bangun dan tidur.

Bagi para orangtua, senyuman bayi yang manis dan lucu merupakan sebuah kebahagiaan. Terlebih ketika melihat Si Bayi tengah tidur nyenyak dengan menunjukkan senyuman di wajahnya yang masih lugu. Sebagai orangtua, tentu akan merasa gemas melihatnya dan berpikir apa penyebab Si Bayi suka sekali tidur sembari tersenyum.

Seorang psikolog asal Dallas, Texas, AS, Pamela Garcy, Ph.D., membahas mengenai beberapa alasan bayi yang tersenyum saat sedang tidur. Ternyata, bayi yang tidur sambil tersenyum disebabkan oleh alasan yang cukup spesial, sehingga menjadi pembahasan yang menarik.

Kenapa Bayi Tersenyum saat Tidur?

 

Sebenarnya, beberapa minggu awal setelah persalinan, senyum yang dimiliki bayi muncul bukan karena mereka merespon sesuatu atau sedang merasa senang. Hal ini adalah refleks alami yang dimiliki setiap bayi.

Baca Juga  Instead of a Sports Fan, Become a Sports Participant

Ya, kondisi ini disebut dengan neonatal smiling, yaitu ketika bayi baru lahir secara spontan tersenyum. Bukan karena apa pun, refleks senyum ini sudah dimiliki setiap bayi sejak mereka di dalam rahim yang berasal dari rangsangan bagian subkortikal otak.

Nah, senyum ini juga spontan terjadi ketika Si Bayi sedang terlelap dalam tidurnya. Apalagi, jika bayi sedang mengalami tahapan tidur REM (Rapid Eye Movement). Pada tahap ini, bayi akan tertidur pulas dan kegiatan rangsangan otak akan meningkat, termasuk pada bagian subkortikal. Maka itu, ibu akan sering melihat bayi tersenyum saat tidur ketika awal-awal minggu kelahirannya. Namun seiring bertambahnya usia, respon senyum ini akan berkurang.

Sedangkan pada bayi yang sudah memasuki usia lebih dari 8 minggu, senyum yang dimilikinya tidak lagi spontan yang berasal dari rangsangan otak. Bayi akan mulai tersenyum akibat merespon berbagai hal yang ia lihat, tentu saja senyum tersebut hasil dari respon emosionalnya.

Pada usia ini, otak bayi berkembang, penglihatannya mulai membaik, dan mulai mengenali wajah orang di sekitarnya. Bayi juga akan menanggapi rangsangan suara yang muncul, seperti suara ibu, ayah, atau mainannya. Tanggapan yang diberikan bayi ini adalah dengan senyuman.

Baca Juga  Technician Education Can Fuel Financial Success

Seiring meningkatnya kemampuan bayi merespon rangsangan dari lingkungannya, rangsangan bagian subkortikal otak mulai berkurang. Semakin bertambah usianya, ibu juga akan semakin jarang melihat bayi tersenyum saat tidur.

Bayi di usia ini akan tersenyum ketika mendapatkan reaksi yang membuatnya menyenangkan. Bayi yang bermimpi indah akan menunjukan senyum, sedangkan jika bayi sedang bermimpi buruk ia akan menunjukkan ekspresi lain.

Mimpi pada saat bayi tertidur akan menghadirkan gambar dari aspek yang bayi alami. Apabila bayi mengalami perubahan gerakan ketika tidur, itu dikarenakan bayi mengalami tahap REM (Rapid Eye Movement) yang ditandai dengan mata yang bergerak. Selain itu, gerakan kaki dan tangan bayi saat tertidur juga menandakan dia sedang bermimpi.

Nah, di atas merupakan beberapa penjelasan tentang mengapa Si Bayi tersenyum atau tertawa saat mereka tidur.
Bukan mitos ya..

Share :

Baca Juga

Januar Randika P.S

Kesehatan

Perkembangan bayi baru lahir pada 0-1 bulan: apa yang terjadi?
Rangkaian.co.id

Kesehatan

TemuLawak
http://rangkaian.co.id

Kesehatan

Penyebab Mudah Marah dan Cara Mengatasinya

Kesehatan

Bagaimana Mengenalinya Jika Sakit Kepala Anda adalah Migrain

Kesehatan

Pentingnya SehatQ.com
rangkaian.co.id

Kesehatan

Tolak Angin
http://rangkaian.co.id

Kesehatan

Temukan Fakta Mematikan Tentang Alergi Berbahaya

Kesehatan

7 Penyebab Kanker Paru pada Non-Perokok